Skip to main content

BNI Lakukan Kegiatan Akademi Bijak Sampah


Sumber: Google

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengadakan kegiatan Akademi Bijak Sampah. Yang dimana kegitan tersebut mengajak karyawan atau para pegawai untuk belajar mengetahui cara mengolah sampah.


Hal tersebut dilakukan mengingat pencemaran lingkungan akibat limbah membutuhkan perhatian khusus bagi seluruh masyarakat. mengenai hal tersebut juga masi banyak masyarakat yang tidak perduli akan lingkungan yang baik, sehat dan bersih.

Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Bekasi, Jawa Barat tersebut merupakan kerja sama antara BNI dan Waste4Change untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Meiliana  Corporate Secretary BNI mengatakan, program Go Green ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulain terhadap lingkungan dan tangung jawab sosial.

Salah satu implementasi dari BNI Go Green adalah mengikutsertakan para pegawai milenialnya pada program Akademi Bijak Sampah.


"Pada program tersebut, pegawai milenial BNI mendapatkan materi pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan bijaksana dengan menerapkan konsep 3R yaitu Reduce (dikurangi), Reuse (penggunaan kembali), dan Recycle (daur ulang).

Kemudian sistem pengelolaan sampah yang menerapkan 3R juga dapat menekan atau meminimalisir dana yang dikeluarkan untuk biaya operasional, konsumsi, dan alat tulis kantor seperti penggunaan kertas untuk dokumen-dokumen yang bisa didigitalisasikan dengan berbentuk soft copy,” ujar Meiliana di Jakarta, Selasa (3/12).

Pada umumnya, masyarakat cenderung lebih sering membuang sampah ketimbang mengurangi sampah. Pemahaman kita harus berubah menjadi pemahaman baru yaitu melakukan pengurangan sampah, sehingga sampah yang ditampung di TPA menjadi berkurang.

Selain itu, kita juga harus dapat berkontribusi untuk melakukan perubahan dengan melakukan pemilahan sampah sesuai klasifikasinya.

Pegawai milenial BNI juga mengunjungi langsung tempat-tempat pengelolaan sampah seperti Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Rumah Pemulihan Material milik Waste4Change di daerah Bekasi.

Tidak hanya penyampaian materi secara satu arah saja dari pembicara, pegawai milenial BNI belajar mengelola sampah melalui permainan seru dan diskusi interaktif.

“Nantinya pegawai milenial BNI yang telah mengikuti program tersebut akan menjadi Green Champion di divisinya masing-masing. Mereka bertugas untuk mengedukasi pola hidup ramah, salah satunya pengolahan sampah di lingkungannya.

Langkah lain, BNI juga akan mengumpulkan sampah kertas untuk didaur ulang menjadi barang bernilai guna lebih,” pungkas Meiliana.


Sumber: rmco.id

Comments

Popular posts from this blog

Kinerja BNI Ambon

Sumber: Google Bank Nasional Indonesia  ( BNI ) di Provinsi Maluku Cabang  Ambon  melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku, Guna meningkatkan ekspansi kredit  serta untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi jaringan kantor Bank Nasional Indonesia ( BNI ) di Provinsi Maluku Cabang Ambon . Kunjungan  BNI  cabang  Ambon  tersebut disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Kakanwil mengucapkan selamat datang dan atas perkenannya Direktur Kredit  BNI  mengunjungi Kanwil Kemenkumham Maluku. Adapun maksud dan tujuan Direktur Kredit  BNI  ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Maluku untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan Kanwil Kemenkumham Maluku mengingat salah satu syarat dalam pemenuhan pengajuan kredit untuk masyarakat yakni adanya kerjasama dengan notaris, mengingat notaris dibawah pengendalian Kanwil Kemenkumham Maluku, ungkap Direktur Kredit  BNI...

Jubir Tim Kampanye Nomor Urut 01 Mengatakan Bahwa Kasus Slamet Ma' Arif Mutlak Kasus Hukum

Sumber: Google Ace Hasan Syadzily Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai penetapan Ketua Umum Persuadaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif sebagai tersangka murni kasus hukum bukan politik. "Kita serahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku. Kami tidak akan ikut campur terhadap proses hukum yang menimpa Slamet Ma’arif," kata Ace Hasan Syadzily saat dikonfirmasi AKURAT.CO, di Jakarta, Senin (11/2/2019). Dengan demikian, kasus yang menimpa Tim Pemenangan Prabowo ini menjadi contoh bagi masyarakat agar tidak mudah menggunakan agama dalam kampanye pemilu 2019.  "(Kasus) ini biar menjadi pembelajaran bagi siapapun agar jangan gegabah menggunakan instrumen acara berbungkus agama untuk kampanye Pilpres," pungkasnya.  Sebelumnya, tim penyidik Polres Kota Surakarta menetapkan Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma arif , sebagai tersangka terkait dengan kasus dugaan pelanggaran tindak pidana kampanye. ...

Jadi Tersangka Slamet Ma' Arif di Himbau Untuk Tidak Kumpulkan Masa Pendukung

Sumber: Google Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma' Arif  menjadi tersangka  dugaan kasus pelanggaran tindak pidana pemilu. Menjadi tersangaka Slamet Ma' Arif diminta untuk tidak mengunmpulakan masa untuk sebuah dukuangan. "Kami imbau siapapun yang ditetapkan sebagai tersangka silahkan melalui mekanisme yang ada, mau di-challenge silahkan, tetapi mekanisme yang ada, jangan membawa-bawa Massa," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal di Jakarta, Senin (11/2/2019). Jika hal tersebut terjadi dikhawatirkan akan mengganggu masyarakat karena akan terjadi kemacetan di jalan. Iqbal menegaskan, kepolisian mengedepankan azas praduga tidak bersalah dan semua orang memiliki persamaan hak di mata hukum. Penetapan Slamet Ma' Arif sebagai tersangka pun setelah dilakukan penyidikan secara profesional dan melalui prosedur sesuai hukum. Setelah dilakukan analisis, gelar perkara dan verifikasi, kata Iqbal, orasi Slamet Maarif dalam Tabligh Akbar PA...